Rabu, 02 Mei 2018

Reportase Perusahaan Toba Pulp Lestari Tbk

Bisnis Kehutanan                                                  Medan,          Mei 2018

Reportase Perusahaan Toba Pulp Lestari Tbk 


Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Disusun Oleh    :
Heltimala Turnip                                           151201090
MNH 5





PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

Gambaran Umum
Gambar Industri Pulp and Paper
Gambar Produk Yang Dihasilkan Oleh PT Toba Pulp Lestari
PT Toba Pulp Lestari Tbk (“Perseroan”) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 329 tanggal 26 April 1983 dari Misahardi Wilamarta, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. C2-5130.HT01-01 TH.83 tanggal 26 Juli 1983, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1984, Tambahan No 1176. Status Perseroan selanjutnya berubah menjadi Penanaman Modal Asing dan telah mendapat persetujuan Presiden dalam surat keputusan No. 07/V/1990 tanggal 11 Mei 1990 yang diterbitkan oleh Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan adalah mendirikan dan menjalankan industri bubur kertas (pulp) dan serat rayon (viscose rayon), mendirikan, menjalankan, dan mengadakan pembangunan termasuk namun tidak terbatas pada hutan tanaman industri dan industri lainnya untuk mendukung bahan baku dari industri tersebut,mendirikan dan meproduksi semua macam barang yang terbuat dari bahan-bahan tersebut, serta memasarkan hasil-hasil industri tersebut.
Perseroan saat ini memproduksi pulp yang dipasarkan di pasar dalam negeri dan luar negeri. Perseroan juga memiliki konsesi tanah untuk menanam dan memanen kayu untuk pembuatan pulp.

Kisi-Kisi Keberhasilan Usaha
Menciptakan penghidupan dan membangun bangsa 
secara bertanggung jawab.
PT Toba Pulp Lestari Tbk. fokus untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Sebagai salah satu produsen bubur kayu terbesar di Indonesia, kami menawarkan kesempatan menarik baik untuk fresh graduate maupun profesional berpengalaman.
Dengan terus berinvestasi dalam pengembangan bakat karyawan, PT Toba Pulp Lestari Tbk. memberi dukungan bagi karyawan melalui tunjangan kesejahteraan dan program pelatihan.
Visi
·      Menjadi salah satu pabrik Pulp Eucalyptus yang dikelola dengan baik, menjadi penyedia yang disukai oleh pelanggan dan pemilik Perusahaan yang disukai para karyawan.
Misi
·      Menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan.
·      Produser dengan biaya yang efektif.
·      Memaksimalkan keuntungan untuk pemangku kepentingan dan memberikan kontribusi kepada pengembangan sosial ekonomi masyarakat sekitar dan regional.
·      Menciptakan nilai melalui teknologi moderen, pengetahuan industri dan sumber daya manusia.



Penghargaan

Perusahaan Terbaik 
Jamsostek 2005

Pengusaha Pembina Terbaik 
Tenaga Kerja Wanita 1996

Sahwali Award

Industri Hijau 2016

LEMHANNAS 2003

PROPER Awards 
2006-2007

PANPEL Study 
Excursie Science 1991

ASEAN Institute of 
Forest Management

Keunggulan Yang Dimiliki
Perseroan berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan yang bertanggung jawab dan di semua lokasi operasional dan menghilangkan deforestasi dari rantai pasokan dengan menerapkan praktek- praktek terbaik di bidang sosial, lingkungan, dan bisnis dengan tujuan menjadi mitra bisnis yang baik dan bertanggung jawab dalam komunitas lokal, nasional, dan global.
Kebijakan kelestarian ini meliputi perlindungan dan konservasi hutan dengan mendukung konservasi inisiatif konservasi keanekaragaman dan karbon. Mendukung masyarakat lokal dengan program CSR secara proaktif terutama pengembangan bisnis kewirausahaan desa dan sistem pertanian. Menghormati hak masyarakat adat dan komunitas, produksi bersih melalui pengurangan emisi dan mengontrol air limbah buangan. Praktek yang bertanggung jawab di tempat kerja, kepatuhan hukum dan berpartisipasi dalam skema sertifikasi pengelolaan hutan lestari, mempertahankan sertifikasi sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), kebijakan tanpa bakar dan implementasi sistem lacak balak.
Komitmen lainnya adalah tata kelola perusahaan yang baik, verifikasi dan transparansi dengan mempertahankan Tim Independen untuk memastikan transparansi pelaksanaan kebijakan kelestarian perusahaan, mekanisme keluhan yang responsif dan transparan, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan hutan lestari.
Sebagaimana komitmen pengelolaan lingkungan hidup telah menjadi fokus utama Perseroan untuk meningkatkan semua aspek lingkungan, termasuk emisi, pengelolaan limbah air, pengelolaan limbah padat, pengelolaan sumber daya seperti air, konservasi energi dan konsumsi kayu.
Kinerja emisi secara berkelanjutan dipantau oleh Pemantauan Emisi Berkelanjutan (CEM). Alat alat tersebut dipasang di enam lokasi seperti recovery boiler, multi fuel boiler, common stack recovery boiler dan multi fuel boiler, bleaching plant, incinerator dan lime kiln.
Semua peralatan tersebut berkerja dengan baik dan benar dengan adanya perawatan secara teratur seperti pembersihan peralatan, dan dikalibrasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, pengujian manual juga dilakukan secara internal dan secara berkala oleh laboratorium independen eksternal. Selama perbaikan tahunan 2015 beberapa perbaikan telah dilakukan untuk mengurangi masalah bau, mereka menyediakan sistem back up rupture disk dalam incinerator, menyediakan tambahan pendingin air. Nilai nilai emisi jauh dibawah batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Upaya upaya perbaikan tetap dilakukan untuk mengurangi emisi seperti dibawah ini:
Emisi dari recausticizing dan lime kiln. Pengurangan TRS 5%, partikel halus 26% dan opasitas 29% dibandingkan dengan tahun 2014. Emisi dari Chemical Plant. Pengurangan HCL 16% dan partikel slaker vent 18% dibandingkan dengan tahun 2014. Kinerja baik di pengelolaan limbah cair. Semua parameter seperti pH, BOD, COD, TSS, SO4, Cl, Na, Ca dan warna masih dibawah batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Pengelolaan limbah padat dilakukan secara terus menerus dengan penggunaan kembali sesuai dengan ijin yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. 
Penggunaan kembali limbah padat seperti Lumpur kapur (dregs), kerikil kerikil kecil (grits), slag dari hasil gasifikasi batu bara dan abu boiler dimanfaatkan untuk pembuatan batu beton dan paving block. Limbah Lumpur dimanfaatkan sebagai bahan bakar padat di multifuel boiler. Abu boiler juga dimanfaatkan secara berkelanjutan di HTI sebagai kondisioner/pupuk tanah. Program lainnya adalah pengusulan pembangunan landfill baru.
Perseroan terus berusaha untuk melakukan program pelestarian air. Hal ini telah dilakukan dengan mengurangi pemakaian air dalam berbagai kegiatan produksi. Penggunaan ulang air merupakan komitmen Perseroan yang dilaksanakan secara terus menerus.
Toba Pulp Lestari kembangkan bibit dengan teknologi ramah lingkungan. Selain melakukan mengembangkan bibit Eucalyptus sebagai bahan baku untuk pembuatan bubur kertas, PT Toba Pulp Lestari juga mengembangkan bibit lima pohon unggulan di kawasan operasional perusahaan tersebut. Kelima pohon tersebut antara lain Haminjon (Kemenyan), Andaliman, Jeruk Nipis, Cemara Gunung, dan Sirsak.

Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah perusahaan global menghasilkan pulp; mendirikan , melaksanakan dan mengembangkan konsesi industri kehutanan dan industri lain untuk mendukung bahan baku untuk membangun dan pasar semua produk terdiri dari bahan bahan itu.
Saran
Sebaiknya Manajemen PT Toba Pulp Lestari Tbk (“Perseroan”) dalam pengelolaan hutan yang bertanggung jawab meingkatakan komitmen terhadap potensi risiko lingkungan berkontribusi positif terhadap usaha dan menguntungkan bagi karyawan, pelanggan, pemilik saham dan para pemangku kepentingan lainnya. 




Sabtu, 03 Maret 2018

Sinabung Kembali Bersuara

Related image
Sumber : Factslegend.org

Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter.
Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak 19 Febuari 2018 dan berlangsung hingga kini.

Sudah lama Sinabung tidak menandakan bahwa dia akan meletuskan lahar ganasnya ke permukaan. Kali ini letusan yang dikeluarkan menimbulkan banyak sekali kegelisahan warga setempat.

Gunung berapi tidak aktif menjadi 'hidup' kembali bukan hal yang mudah untuk dipahami oleh para ilmuwan. Namun, sebuah paper yang berjudul Solid Earth mengungkap, jika gempa dahsyat yang terjadi sebanyak tiga kali di Sumatera, bisa menjadi penyebab terbangunnya Gunung Sinabung dari tidur. Paper ini ditulis oleh ilmuwan bernama Matteo Lupi dan Stephen Miller. Tiga gempa bumi dahsyat yang pernah terjadi di wilayah Sumatera antara 2005 sampai 2007, kemungkinan besar memicu aktivitas vulkanik di Gunung Sinabung. Ketiga gempa itu di antaranya gempa di 2005 dengan magnitude 8,8 skala richter, gempa 2007 dengan 7,9 SR, dan gempa lain di tahun yang sama dengan magnitude 8,4 SR (EarthSky.org)
 
Tanda-tanda yang muncul juga membuat warga was-was akan kejadian ini.
Hebatnya letusan ini mendatangkan gempa bumi selama 607 detik. itu adalah kategori waktu yang cukup lama. Tidak pernah terjadi sebelumnya. Warga sangat panik, dan segera mengungsikan dari lokasi sekitar kaki gunung.
Detik-detik kejadian, banyak Anak Sekolah Dasar yang berada di bawah kaki gunung berlarian dan teriak histeris menangis dan memanggil-manggil ayah dan ibunya.
Sungguh memilukan hati, melihat mereka harus merasakan hal seperti itu disaat proses belajar mengajar.
Efek bencana akan terbawa selama masa tumbuh kembang anak, bahkan bisa mempengaruhi karakter, sifat dan pola perilaku tertentu yang nantinya bisa menghambat proses kreatif dan produktif di usia dewasanya kelak. Oleh karena itu kegiatan trauma healing ini menjadi sangat penting untuk anak-anak.
 










Sumber : CNN Indonesia

Anak-anak berlarian saat mendengar gemuruh letusan Gunung Sinabung yang lumayan keras dan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter. Meletusnya gunung Sinabung terjadi Senin (19/2/2018) sekitar pukul 08.53 WIB. Usai erupsi, sejumlah desa di Kabupaten Karo gelap gulita akibat tertutup material abu vulkanik.
 









Sumber : Liputan6.com
 
Pertanyaannya adalah, Bagaimana nasib anak-anak dan warga sekitar Gunung Sinabung?
Sudah sejauh mana tindakan pemerintah akan hal itu?
Kondisi mereka yang sangat memilukan membuat beberapa dermawan datang untuk menyumbangkan dana  dan berupa bantuan lainnya.
Akankah ini membuat trauma yang mendalam bagi mereka yang merasakannya?
Akankah anak-anak SD tersebut menajdi tidak ingin kembali lagi ke sekolah itu?
Bagaimana aktivitas warga setempat yang terhambat karena kejadian itu?
Ini bukanlah pertama kalinya. Tetapi ini pertama kalinya paling menakutkan untuk dialami warga sekitar Gunung Sinabung. 

 
Sumber : Kompas regional 
 
Sumber : Jejakalam.net


Sumber : Okezone New

Mari kita bantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana letusan Gunung Sinabung. Sebanyak 9.325 jiwa dengan 2.592 kepala keluarga mengungsi di sembilan posko pengungsian yang telah disediakan pemerintah.