Sumber : Factslegend.org
Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter.
Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak 19 Febuari 2018 dan berlangsung hingga kini.
Sudah lama Sinabung tidak menandakan bahwa dia akan meletuskan lahar ganasnya ke permukaan. Kali ini letusan yang dikeluarkan menimbulkan banyak sekali kegelisahan warga setempat.
Gunung berapi tidak aktif menjadi 'hidup' kembali bukan hal yang mudah
untuk dipahami oleh para ilmuwan. Namun, sebuah paper yang berjudul
Solid Earth mengungkap, jika gempa dahsyat yang terjadi sebanyak tiga
kali di Sumatera, bisa menjadi penyebab terbangunnya Gunung Sinabung
dari tidur. Paper ini ditulis oleh ilmuwan bernama Matteo Lupi dan
Stephen Miller. Tiga gempa bumi dahsyat yang pernah terjadi di wilayah Sumatera antara
2005 sampai 2007, kemungkinan besar memicu aktivitas vulkanik di Gunung
Sinabung. Ketiga gempa itu di antaranya gempa di 2005 dengan magnitude
8,8 skala richter, gempa 2007 dengan 7,9 SR, dan gempa lain di tahun
yang sama dengan magnitude 8,4 SR (EarthSky.org)
Tanda-tanda yang muncul juga membuat warga was-was akan kejadian ini.
Hebatnya letusan ini mendatangkan gempa bumi selama 607 detik. itu adalah kategori waktu yang cukup lama. Tidak pernah terjadi sebelumnya. Warga sangat panik, dan segera mengungsikan dari lokasi sekitar kaki gunung.
Detik-detik kejadian, banyak Anak Sekolah Dasar yang berada di bawah kaki gunung berlarian dan teriak histeris menangis dan memanggil-manggil ayah dan ibunya.
Sungguh memilukan hati, melihat mereka harus merasakan hal seperti itu disaat proses belajar mengajar.
Efek bencana akan terbawa selama masa tumbuh kembang anak, bahkan bisa
mempengaruhi karakter, sifat dan pola perilaku tertentu yang nantinya
bisa menghambat proses kreatif dan produktif di usia dewasanya kelak.
Oleh karena itu kegiatan trauma healing ini menjadi sangat penting untuk
anak-anak.
Sumber : CNN Indonesia
Anak-anak berlarian saat mendengar gemuruh letusan Gunung Sinabung yang lumayan keras dan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter. Meletusnya gunung Sinabung terjadi Senin (19/2/2018) sekitar pukul 08.53 WIB. Usai erupsi, sejumlah desa di Kabupaten Karo gelap gulita akibat tertutup material abu vulkanik.
Sumber : Liputan6.com
Pertanyaannya adalah, Bagaimana nasib anak-anak dan warga sekitar Gunung Sinabung?
Sudah sejauh mana tindakan pemerintah akan hal itu?
Kondisi mereka yang sangat memilukan membuat beberapa dermawan datang untuk menyumbangkan dana dan berupa bantuan lainnya.
Akankah ini membuat trauma yang mendalam bagi mereka yang merasakannya?
Akankah anak-anak SD tersebut menajdi tidak ingin kembali lagi ke sekolah itu?
Bagaimana aktivitas warga setempat yang terhambat karena kejadian itu?
Ini bukanlah pertama kalinya. Tetapi ini pertama kalinya paling menakutkan untuk dialami warga sekitar Gunung Sinabung.
Sumber : Kompas regional
Sumber : Okezone New

:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1913282/original/043337600_1519018930-WhatsApp_Image_2018-02-19_at_12.36.19.jpeg)